Kalau kita di beri uang Rp. 5 juta untuk cari “Udu-udu” adiknya “Dapi-dapidu”. Selama kita tidak tahu apa itu definisi Udu-udu maka dapatnya seringkali salah dan tergantung persepsi kita.

Misal kita anggap Udu-udu adalah sejenis binatang maka bisa jadi kita cari binatang undur-undur. Kalau kita anggap Udu-udu ini adalah sejenis buah maka kita bisa jadi kita cari buah Duku.

Demikian juga Uang. Apakah itu Uang? Definisinya akan menentukan strategi kita mencari uang. Kalau orang memberi definisi Uang adalah Akar dari Segala Kejahatan. (Beda dengan yang di Kitab Suci lho -> Cinta Uang adalah Akar dari Segala Kejahatan, yang ini benar, kalau anda cinta uang lebih dari saudara, cinta uang lebih dari teman, lebih dari manusia bahkan lebih dari Tuhan itu adalah akar dari segala kejahatan). Maka bagi dia, orang kaya strategi nyari uangnya adalah dengan berbuat jahat. Bila dia tidak mau jahat, dia merasa pantas tidak kaya2.

Apakah definisi Uang menurut Teman-teman?

Tidak ada yang salah tidak ada yang benar. Yang ada adalah definisi yang mendukung kita untuk kaya dan definisi yang tidak mendukung kita menjadi kaya.

Dua definisi Uang Favorit saya :

1. Uang adalah Alat Tukar Nilai Tambah.

2. Uang adalah Ide.

Dengan definisi Uang adalah Alat Tukat Nilai Tambah. Maka bila kita ingin Uang kita bertambah lebih banyak dibanding orang lain dg profesi sejenis…, maka kita harus membuat nilai tambah.

Hidup adalah Nilai Tambah namun ketika semua hidup, jadi nilai standar.

Jujur adalah Nilai Tambah. Namun jika semua Jujur maka Jujur adalah Nilai Standar.

Dmkn juga ketika kita mencapai target, itu adalah nilai tambah. Ketika semua mencapai target maka itu adalah Nilai…? Betul. Standar.

Jaman saya kerja di Bank, siapa yg mendapat kenaikan gaji yg lebih besar. Promosi lebih cepat…? Yg punya nilai tambah. Biasanya dalam 4 hal ini :
1. Bisa di Percaya…, No Trust No Career.
2. Punya Prestasi Lebih. Kalau jadi yg Terbaik even Better.
3. Berperilaku Menyenangkan. Hebat namun bila tidak menyenangkan ya di black list.
4. Di kenal orang yg tepat dalam jumlah banyak. Jadi diperebutkan. Seringkali berani usul dg Asertif akan membuat kita dikenal atasan.

Kalau karyawan mau lebih cepat kaya maka perlu faktor kali. Yaitu secepatnya naik pangkat sehingga di posisi Pemimpin/Direktur sehingga terima profit sharing atau dan saham.

Dalam Bisnis juga perlu Nilai Tambah. Sama-sama jual Mie Ayam. Kenapa yg satu ramai yang satu sepi?

Pasti yg satu punya nilai tambah. Mungkin lebih lama jadi sdh lebih dikenal, mungkin lebih enak, lebih ramai duluan (hukum ikut-ikutan). Lebih Heboh. Lebih Banyak. Lebih Sedikit. Lebih murah. Bahkan lebih mahal bisa membuat satu produk jadi lebih laris.

Kalau sama, mulailah mengubah atau dan Menambah.

Nah bila sebuah bisnis sudah punya nilai tambah mau berkembang maka dia perlu faktor kali. Karyawan baru, IT, Cabang baru, agen baru.

Kalau faktor kali sudah mulai berat. Dan masih mau tumbuh. Maka perlu rela dengan Faktor Bagi. Bagi keuntungan dengan jual Franchise, Bagi Saham, rela saham lebih kecil dg nilai lebih besar karena dengan masuknya pemegang saham baru dapat permodalan dapat network, dapat pengetahuan dan bisa tumbuh lebih pesat.

Mau rekrut karyawan bagus namun tidak mampu bayar mahal? Ya udah bagi hasil. Bagi saham.

Dengan mau berbagi, kita bisa tumbuh lebih besar dan lebih cepat.

Demikian Nilai Tambah, Faktor Kali dan Faktor Bagi… dalam mewujudkan kekayaan.

Semoga bermanfaat.
Salam Dahsyat Selalu.
Sumber: Tung Desem Waringin

author

Mall online terbesar Indonesia, belanja murah, buka toko online murah, tempat berkumpulnya toko / online shop terpercaya se Indonesia. Jual beli online semakin aman dan nyaman di MyBigMall.

Tinggalkan pesan "Resep Kaya Sederhana : Nilai Tambah, Faktor Kali dan Faktor Bagi"

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rating*